Ribu Aplikasi Mobileadalah "Zombie"

sponsored

Toko-toko aplikasi online populer, seperti Apple App Store, Google Play Store, dan Windows Phone Marketplace, ternyata banyak dihuni oleh aplikasi "zombie" atau aplikasi yang tidak pernah diunduh, sedikit diulas, dan jarang dilihat para pengguna masing-masing platform mobiletersebut.

Menurut hasil pelacakan yang dilakukan perusahaan pengujian mobile StarDust, sekitar 61 persen dari 617.436 aplikasi di App Store tidak pernah diperbaharui dan memiliki kurang dari 10 ulasan.

Sementara itu, ada 41 persen dari 484.271 aplikasi di Google Play yang memiliki kriteria yang sama dengan aplikasi "zombie" di App Store. 

Pasar aplikasi online terakhir, Windows Phone Marketplace, memiliki jumlah terparah, yaitu sekitar 69 persen, aplikasi "zombie". Jumlah aplikasi yang ada di toko tersebut diketahui kurang lebih sebanyak 120.000 aplikasi.

Secara total, lebih dari setengah aplikasi yang ada di ketiga platform tersebut tidak pernah diperbarui. Ada kemungkinan, seperti dikutip dari Venturebeat,  aplikasi-aplikasi tersebut tidak pernah mencapai target unduhan yang diinginkan atau investasi si pihak pengembang belum balik modal.

Dari hasil pelacakan ini, terlihat bahwa 68 persen aplikasi yang ada di Google Play diunduh lebih sedikit dari 5.000 kali.

Secara rata-rata, ada 2.371 aplikasi baru yang diunggah setiap harinya. Kebanyakan, sekitar 47 persen dari aplikasi tersebut mampir ke Android. Sedangkan Apple mendapatkan jatah aplikasi sebanyak 41 persen. Sisanya, 12 persen, berlabuh ke Windows Phone.

Di saat lebih banyak aplikasi yang mampir ke Android, ternyata setiap harinya ada lebih banyak pengembang yang menyatakan kesediaannya untuk bergabung ke program pengembang Apple. Setiap harinya ada 90 developer baru di Apple, 75 developer di Android, dah hanya 34 developer di Windows Phone Marketplace.

Uniknya, para pengembang Android lebih gemar memperbarui aplikasi mereka dibandingkan iOS. Setiap harinya ada 806 aplikasi iOS yang diperbarui, berbanding 2.341 aplikasi di Android.

"Ini bisa dijelaskan dengan praktik umum dari developer Android yang memperbarui aplikasi mereka agar posisi aplikasi tetap berada di posisi atas. Ini juga bisa terjadi karena fragmentasi dari platform yang membutuhkan pemeliharaan lebih dan penambalan celah secara regular," tulis StarDust.

Jumlah aplikasi dalam laporan StarDust memang tampak lebih sedikit dari yang diumumkan oleh perusahaan masing-masing. Sebagai contoh, jumlah aplikasi yang diumumkan oleh Apple di App Store adalah sebanyak 900.000. Kemungkinan, selisih jumlah tersebut disebabkan perbedaan aplikasi yang sudah "basi", tidak pernah diperbarui lagi ke sistem operasi versi terbaru.

0 komentar:

Post a Comment